Mobile Apps Development


Tren pengembangan aplikasi mobile saat ini begitu sangat popular, apalagi kehidupan sehari-hari yang tidak bisa terlepas dari yang namanya gadget, dengan semakin seringnya orang menggunakan teknologi mobile, maka selama itu pula bisnis aplikasi mobile masih akan prospektif. Google telah memberikan dukungan untuk pemanfaatan fitur aplikasi Android, hanya tinggal belajar dengan sungguh-sungguh saja. Akan ada profit sharing dari pemasangan iklan yang didapatkan dari Google Admob.

Ditahun ini, masyarakat lebih suka membagi data personal pada era perkembangan internet yang pesat. Trend aplikasi mobile yang muncul lebih ke arah marketing sepeti aplikasi berbasis teknologi GPS dan real time, aplikasi big data, dan aplikasi yang menyasar segmen atau pasar tertentu (niche market), contohnya di Indonesia seperti Gojek, Tokopedia, Lazada, dll. Aplikasi tersebut mampu menarik minat masyarakat sebab dinilai bermanfaat dan dapat membantu memenuhi kebutuhan dan meringankan pekerjaan masyarakat.

Nah, semua perkembangan aplikasi mobile yang sudah dijelaskan di atas ditilik dari segi aplikasi apa saja yang berkembang dan sedang trend di kalangan pengguna gadget. Tapi bila dilihat dari segi developer, riset perkembangan aplikasi mobile dari tahun 2015 yang dilakukan oleh ContractIQ adalah sebagai berikut:

Platform Mobile

  • Android, iOS, dan cross platform merupakan bidang khusus yang banyak digarap oleh para developer mobile dimana masing-masing memperoleh persentase sebesar 26, 25, dan 20 persen.
  • 50% klien developer aplikasi mobile berasal dari individu yang memilki ide untuk sebuah aplikasi dan startup. 77% perusahaan di antaranya yakin bahwa kebutuhan akan aplikasi mobile dari startup akan semakin kuat.
  • 75% perusahaan developer aplikasi mobile merasa bahwa ranah aplikasi mobile cukup potensial bila ditinjau dari segi ekonomi dan akan terus tumbuh.
Informasi lain yang tidak kalah menarik dari hasil riset ini adalah mengenai biaya pembuatan sebuah aplikasi. Rata-rata tarif per jam pembuatan aplikasi untuk platform iOS adalah USD11 (Rp140.000), Android dan cross platform adalah USD12 (Rp150.000), dan uniknya tarif paling tinggi justru berlaku untuk aplikasi Windows yaitu USD14 (Rp180.000). 

Tarif tersebut bisa dibilang masih sangat rendah apabila dibandingkan dengan negara lain. Sebut saja negara tetangga Singapura di mana rata-rata tarif per jam adalah USD50 (Rp640.000) hingga USD70 (Rp900.000). Tinggi rendahnya tarif tersebut tentunya menentukan kualitas aplikasi yang dihasilkan. 

Hal ini juga menandakan developer lokal masih mempunyai banyak peluang untuk bersaing dengan developer luar dari berbagai faktor, mulai dari desain aplikasi sampai peforma. 
Dengan segala perkembangan aplikasi mobile dari tahun ke tahun yang semakin canggih dan semakin membantu pekerjaan manusia, bukan tidak mungkin tahun-tahun berikutnya para pengembang aplikasi mobile berlomba-lomba dalam membuat Aplikasi Mobile yang semakin canggih dan lebih efisiensi

Post a Comment

[blogger]

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget